ARTIKEL

Pentingnya Laporan Keuangan dalam Bisnis UMKM

eberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berperan penting didalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak hanya di negara berkembang, namun juga dinegara maju. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ini mampu menyerap paling banyak tenaga kerja dibandingkan dengan usaha besar. UMKM di Indonesia telah menjadi salah satu penyokong perekonomian dan memberikan kontribusi cukup tinggi bagi bangsa Indonesia.

Dari hasil riset ditemukan bahwa pangsa UMKM dalam PDB Indonesia meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% antara tahun 2012 dan 2017. Pada saat yang sama, penggunaan lapangan kerja UKM meningkat dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen (Kementerian Perindustrian, 2016). Hal ini membuktikan bahwa kinerja UMKM tidak menurun tetapi justru meningkat. 

Dalam konteks meningkatnya aktivitas UMKM, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu menyusun laporan keuangan yang berkualitas untuk usahanya. Beberapa pengusaha UMKM mengaku tanpa menggunakan perencanaan keuangan dari laporan keuangan, usahanya tetap berjalan lancar.

Akan tetapi, tidak jarang pengusaha UMKM mengeluhkan usahanya yang tidak berkembang. Dalam hal ini, ketika ditanya tentang manfaat yang mereka terima, mereka tidak bisa menyebutkan nilai nominalnya, melainkan hanya menjawab dengan menunjukkan beberapa aset berwujud seperti tanah, rumah, dan kendaraan. Situasi ini tentu saja membuat perkembangan bisnis mereka tidak terarah.

Salah satu alasan pelaku bisnis UMKM merasa kesulitan dalam melakukan pencatatan laporan keuangan adalah dikarenakan tidak adanya buku yang digunakan sebagai acuan serta pedoman yang dapat digunakan sebagai referensi dalam belajar mengelola perekonomian usaha mereka.

Ada beberapa judul buku Akuntansi untuk UMKM, namun isinya sama dengan buku akuntansi untuk perusahaan besar. Banyak transaksi yang terjadi di UMKM seperti barter/pertukaran jasa namun tidak ada contoh dalam pembukuan sehingga pada saat transaksi tersebut terjadi, pelaku UMKM lebih memilih untuk tidak mencatatnya.

Jika banyak transaksi yang tidak tercatat, tentunya akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan bisnis mereka. Selain belum memiliki buku yang khusus membahas transaksi di UMKM, alasan lain yang mendasari pengusaha UMKM belum menyusun transaksi mereka ke dalam laporan keuangan adalah banyak dari pengusaha UMKM yang memiliki minat baca yang rendah.

Laporan keuangan adalah dokumentasi resmi yang berisi informasi keuangan perusahaan yang telah diolah dalam bentuk tertentu. Laporan keuangan merupakan bagian penting dari proses akuntansi, karena memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan perusahaan. Dalam bisnis UMKM, laporan keuangan tidak hanya diperlukan disaat kondisi bisnis UMKM sedang mendesak saja. Bahkan, laporan keuangan juga dibutuhkan dalam memberikan informasi yang digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat bagi bisnis mereka.

Peran laporan keuangan dalam hal ini adalah membantu dalam mengelola keuangan bisnis dan memastikan keberlangsungan bisnis pada jangka panjang. Laporan keuangan mencakup informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas dari suatu UMKM. Informasi ini dapat membantu pemilik bisnis dalam membuat keputusan yang tepat mengenai pengelolaan keuangan dan strategi bisnis yang lebih baik.

Selain itu, dalam bisnis UMKM harus mematuhi peraturan perpajakan dan menyusun laporan keuangan yang akurat dan terpercaya. Dengan menyajikan laporan keuangan yang baik, UMKM dapat memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membutuhkan laporan keuangan sebagai alat untuk memantau kinerja keuangan mereka. Laporan keuangan membantu UMKM dalam mengelola keuangan mereka, mengetahui kondisi keuangan perusahaan, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Laporan keuangan dibutuhkan oleh UMKM dalam memenuhi persyaratan hukum, seperti pelaporan pajak dan pembayaran pajak. Tidak hanya itu, untuk dapat menarik investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam bisnis UMKM sangat memerlukan laporan keuangan.

Hal ini dikarenakan UMKM seringkali memiliki sumber daya yang terbatas, membuat laporan keuangan yang akurat dan teratur dapat menjadi sebuah tantangan. Dengan demikian, mengelola keuangan secara teratur dan memahami bagaimana membuat laporan keuangan yang benar, dapat meningkatkan kinerja keuangan bisnis UMKM dan mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.

Jika bisnis UMKM tidak memiliki laporan keuangan, maka mereka akan kesulitan dalam mengelola keuangan mereka dengan efektif dan efisien. Tanpa laporan keuangan, pengusaha UMKM tidak akan memiliki gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan perusahaan, seperti aset, liabilitas, pendapatan, dan biaya.

Oleh karena itu, hal tersebut dapat membuat sulit bagi mereka untuk membuat keputusan bisnis yang baik, seperti menentukan harga produk atau jasa yang tepat, mengetahui mana yang produk atau jasa yang paling menguntungkan, dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.

Selain itu, UMKM yang tidak memiliki laporan keuangan tidak akan dapat memenuhi persyaratan hukum, seperti pelaporan pajak dan pembayaran pajak. Hal ini dapat menyebabkan sanksi dan denda dari otoritas pajak. Jika UMKM tidak memiliki laporan keuangan, mereka juga akan kesulitan dalam menarik investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam bisnis mereka.

Investor cenderung memeriksa laporan keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam bisnis. Tanpa laporan keuangan, UMKM akan kesulitan dalam membuktikan kinerja keuangan perusahaan mereka dan meyakinkan investor untuk berinvestasi dalam bisnis mereka.

Dilihat dari beragam manfaat yang diberikan laporan keuangan bagi UMKM, pelaku UMKM seharusnya sadar bahwa laporan keuangan sangat penting bagi usaha mereka. Penggunaan laporan keuangan dapat memajukan UMKM dalam hal keuangan. Peningkatan laba dalam bisnis mereka juga tentunya akan terus berjalan dan dapat direncanakan dengan menggunakan laporan keuangan yang akurat dan relevan.

Maka dari itu, meningkatnya laba dalam bisnis UMKM perkembangan UMKM tentunya akan menjadi lebih baik dan dapat menjadi solusi di tengah permasalahan ekonomi di Indonesia.

Salah satu solusi yang dapat diterapkan bagi pelaku bisnis UMKM adalah adanya pihak dari pemerintah yang melakukan pelatihan pengelolaan keuangan. Hal ini dimaksudkan agar pelaku bisnis UMKM dapat dengan baik dan cermat mengelola usaha mereka dengan menggunakan laporan keuangan akuntansi yang akurat serta relevan. Kegiatan yang dilaksanakan dapat mencakup 3 metode yakni :

1). Metode Ceramah


Dengan metode ini, para pengusaha UMKM dimotivasi dan dibimbing oleh penggunaan akuntansi, yang kemudian diterapkan untuk mencatat laporan keuangan mereka. 

2). Metode Tutorial


Dengan metode ini, pelaku UMKM dibekali dengan dokumen akuntansi mulai dari pencatatan keuangan hingga tahapan pelaporan keuangan.  

3). Metode Diskusi
Dengan metode ini para pelaku usaha UMKM berkesempatan untuk membahas permasalahan terkait pembiayaan UMKM yang mereka temui selama ini.

Dengan solusi tersebut, diharapkan pelaku bisnis UMKM dapat memetik manfaat serta menerapkannya dengan baik dalam bisnis mereka karena sangat penting bagi bisnis UMKM untuk memiliki laporan keuangan yang akurat dan teratur untuk mengelola keuangan mereka dan memenuhi persyaratan hukum.

Laporan keuangan juga dapat membantu UMKM dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih baik dan menarik investor untuk berinvestasi dalam bisnis mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kirim Pesan
Butuh Bantuan?
Halo SobatUMKM, Ada yang bisa kami bantu?